Refly Harun Ungkap Alasan Rismon Sianipar Membelot dari Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jakarta – Polemik kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah Rismon Sianipar mengambil langkah berbeda dari dua tokoh yang sebelumnya berada dalam satu barisan dengannya, yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa.
Langkah Rismon yang memilih berdamai dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta mengajukan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice (RJ) menimbulkan berbagai spekulasi. Pengamat hukum tata negara Refly Harun pun mengungkap sejumlah kemungkinan alasan yang melatarbelakangi perubahan sikap tersebut.
Perubahan Sikap yang Mengejutkan
Rismon Sianipar sebelumnya dikenal sebagai salah satu pihak yang aktif mempertanyakan keaslian ijazah Presiden Jokowi. Bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa, ia kerap muncul dalam diskusi publik yang membahas polemik tersebut.
Namun situasi berubah ketika Rismon memilih untuk meminta maaf kepada Jokowi dan menempuh jalur restorative justice guna menyelesaikan persoalan hukum yang menjeratnya.
Langkah ini dinilai mengejutkan karena sebelumnya ia berada dalam satu kelompok dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa yang tetap mempertanyakan isu tersebut.
Dugaan Tekanan terkait Ijazah Jepang
Refly Harun menyampaikan bahwa perubahan sikap Rismon kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu yang disebut adalah adanya dugaan tekanan terhadap Rismon terkait ijazah yang dimilikinya dari universitas di Jepang.
Menurut Refly, terdapat laporan yang mempertanyakan keabsahan ijazah Rismon dari Yamaguchi University. Dugaan laporan ini disebut berasal dari pihak yang mendukung Jokowi.
Refly menduga situasi tersebut bisa saja membuat Rismon merasa terpojok sehingga memilih jalan damai dengan pihak Jokowi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan dan perlu dianalisis lebih lanjut.
Faktor Tekanan dari Lingkungan Keluarga
Selain dugaan tekanan hukum, Refly juga mengungkap kemungkinan adanya dorongan dari keluarga Rismon agar kasus yang menjeratnya segera diselesaikan.
Menurut informasi yang diperoleh Refly dari seorang pengacara yang dekat dengan Rismon, keluarga berharap polemik tersebut tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara damai.
Faktor keluarga ini disebut sebagai salah satu pertimbangan yang bisa memengaruhi keputusan Rismon untuk mengambil langkah perdamaian.
Proses Restorative Justice
Restorative justice merupakan mekanisme penyelesaian perkara pidana yang menekankan pada pemulihan hubungan antara pelaku dan korban melalui dialog serta kesepakatan damai.
Dalam proses ini, pelaku biasanya mengakui kesalahan, meminta maaf kepada korban, dan korban memberikan maaf sehingga perkara tidak perlu dilanjutkan ke pengadilan.
Rismon memilih jalur ini dengan harapan polemik yang terjadi dapat segera berakhir tanpa proses hukum yang panjang.
Namun para pengamat hukum menilai bahwa penerapan restorative justice tidak selalu mudah karena harus melalui sejumlah tahapan dan persetujuan dari berbagai pihak.
Reaksi Roy Suryo
Perubahan sikap Rismon tidak serta-merta diikuti oleh Roy Suryo.
Pakar telematika tersebut bahkan menyatakan hampir pasti tidak akan menempuh jalur restorative justice dalam kasus yang sama. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan sikap pribadinya.
Pernyataan Roy menunjukkan adanya perbedaan sikap yang cukup tajam di antara tokoh-tokoh yang sebelumnya berada dalam satu kelompok.
Rismon Ajak Roy Suryo dan Dokter Tifa Bertemu
Menariknya, setelah mengambil langkah perdamaian, Rismon sempat mengajak Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk bertemu.
Ia mengaku ingin menunjukkan hasil penelitian terbaru yang menurutnya justru mengarah pada kesimpulan bahwa ijazah Jokowi asli.
Ajakan tersebut dianggap sebagai upaya Rismon untuk menjelaskan perubahan sikapnya sekaligus membuka ruang dialog dengan pihak yang sebelumnya satu barisan dengannya.
Tim Pengacara Dibubarkan
Perubahan sikap Rismon juga berdampak pada tim kuasa hukum yang sebelumnya mendampingi mereka.
Roy Suryo dan Dokter Tifa memutuskan untuk membubarkan tim advokat yang sebelumnya dikenal dengan sebutan RRT. Setelah itu, mereka membentuk tim hukum baru bernama Troya.
Langkah ini menunjukkan adanya perbedaan strategi hukum antara Rismon dengan dua tokoh tersebut.
Polemik yang Menjadi Perhatian Publik
Kasus tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi telah menjadi perdebatan publik selama beberapa waktu.
Polemik ini melibatkan sejumlah tokoh publik serta menarik perhatian masyarakat luas, terutama di media sosial.
Perubahan sikap Rismon menambah dinamika baru dalam polemik tersebut dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Sebagian pihak menilai langkah perdamaian sebagai keputusan yang bijak untuk mengakhiri konflik. Namun ada pula yang menganggap perubahan sikap tersebut menimbulkan tanda tanya.
Masa Depan Kasus Ijazah Jokowi
Dengan langkah yang diambil Rismon, masa depan kasus ini masih bergantung pada proses hukum yang berjalan serta kesepakatan antara pihak-pihak terkait.
Jika mekanisme restorative justice disetujui, maka perkara yang menjerat Rismon dapat dihentikan. Namun jika tidak, proses hukum tetap dapat berlanjut.
Sementara itu, Roy Suryo dan Dokter Tifa masih mempertahankan sikap mereka dalam polemik tersebut.
Perkembangan selanjutnya dari kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik karena menyangkut isu politik dan reputasi tokoh nasional.

