AS-Israel Gempur Masjid dan Fasilitas Gas di Universitas Iran, Puluhan Tewas
Serangan udara besar kembali mengguncang Iran setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menggempur sejumlah titik strategis di ibu kota Teheran. Salah satu target yang paling menyita perhatian adalah kompleks universitas terkemuka yang turut terkena dampak serangan.
Serangan ini tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur sipil, termasuk masjid dan fasilitas distribusi gas, yang memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Universitas Terkemuka Jadi Target Serangan
Salah satu lokasi yang terdampak adalah Sharif University of Technology, yang dikenal sebagai institusi pendidikan elite di Iran dan sering dibandingkan dengan kampus teknologi top dunia.
Dalam serangan tersebut, beberapa bagian penting kampus dilaporkan mengalami kerusakan parah, termasuk:
- Masjid di dalam kompleks kampus
- Laboratorium penelitian
- Fasilitas pendukung lainnya
Selain itu, fasilitas distribusi gas di sekitar area universitas juga ikut terdampak, memperparah situasi di lapangan.
Fasilitas Sipil Ikut Terdampak
Laporan di lapangan menyebutkan bahwa serangan tidak hanya terbatas pada area kampus.
Beberapa infrastruktur sipil lain juga menjadi sasaran, seperti:
- Jalan raya
- Jembatan
- Pembangkit listrik
Hal ini menunjukkan bahwa skala serangan cukup luas dan tidak hanya berfokus pada target militer.
Bahkan, sejak konflik memanas, sedikitnya 30 universitas di Iran dilaporkan telah terdampak serangan.
Korban Jiwa Termasuk Anak-Anak
Serangan terbaru ini menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.
Dilaporkan sedikitnya 34 orang tewas, termasuk anak-anak, akibat rentetan serangan di berbagai wilayah Iran.
Rinciannya:
- 23 orang tewas di wilayah Baharestan, Teheran
- 5 orang tewas di kota Qom
- 6 orang tewas di wilayah selatan Iran
Di antara korban, terdapat beberapa anak di bawah usia 10 tahun, yang menambah keprihatinan dunia internasional.
Serangan Terjadi di Banyak Kota
Tidak hanya Teheran, serangan juga dilaporkan terjadi di berbagai kota lain di Iran, antara lain:
- Shiraz
- Isfahan
- Karaj
- Ahvaz
- Bandar Abbas
Totalnya, belasan kota dilaporkan mengalami dampak serangan udara dalam waktu yang hampir bersamaan.
Dipicu Ultimatum dari Donald Trump
Serangan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum kepada Iran.
Trump memberikan batas waktu kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Jika tidak dipenuhi, Iran diancam akan menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting, termasuk:
- Pembangkit listrik
- Jalur transportasi
- Fasilitas energi
Ultimatum ini kemudian memicu eskalasi konflik yang semakin meluas.
Iran Kecam Serangan sebagai Kejahatan Perang
Pemerintah Iran langsung bereaksi keras terhadap serangan tersebut.
Para pejabat tinggi Iran menyebut tindakan AS dan Israel sebagai:
- Pelanggaran hukum internasional
- Serangan terhadap fasilitas sipil
- Pemicu kejahatan perang
Iran juga menegaskan akan membalas serangan tersebut dengan cara yang setara.
Eskalasi Konflik Kian Membesar
Serangan terhadap universitas dan fasilitas sipil menandai eskalasi baru dalam konflik yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, serangan lebih banyak menyasar:
- Fasilitas militer
- Infrastruktur energi
- Target strategis pemerintah
Kini, target yang lebih luas menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik akan semakin sulit dikendalikan.
Dampak Global Mulai Terasa
Konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global.
Beberapa dampak yang mulai terasa:
- Ketidakstabilan harga energi
- Gangguan rantai pasok global
- Kekhawatiran terhadap keamanan internasional
Apalagi, konflik ini berkaitan langsung dengan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan dunia.
Dunia Internasional Mulai Bereaksi
Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai menyerukan deeskalasi konflik.
Serangan terhadap fasilitas sipil seperti universitas dan tempat ibadah menjadi perhatian khusus karena dianggap melanggar prinsip kemanusiaan.
Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera mereda.
Kesimpulan
Serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menyasar masjid dan fasilitas gas di kompleks universitas menandai babak baru dalam konflik yang semakin memanas.
Dengan korban jiwa yang terus bertambah dan target serangan yang semakin luas, situasi ini berpotensi memicu krisis yang lebih besar, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di tingkat global.
Dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari kedua pihak, di tengah kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.

