Purbaya Pangkas Anggaran MBG Jika Defisit APBN Melebihi 3%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melewati batas aman sebesar 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah melakukan simulasi risiko terhadap potensi lonjakan harga minyak dunia yang dapat menekan kondisi fiskal Indonesia. Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas aman yang telah ditetapkan.
Defisit APBN Bisa Tembus 3,6 Persen
Berdasarkan simulasi yang dilakukan pemerintah, kenaikan harga minyak mentah dunia hingga sekitar US$92 per barel dapat membuat defisit APBN melebar hingga sekitar 3,6 persen dari PDB jika tidak ada penyesuaian anggaran.
Lonjakan harga minyak tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap anggaran negara.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah penyesuaian anggaran, salah satunya dengan melakukan efisiensi pada beberapa program belanja negara.
Anggaran MBG Capai Rp335 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program besar pemerintah dengan anggaran yang cukup besar. Pada tahun 2026, anggaran program ini diperkirakan mencapai sekitar Rp335 triliun dengan target penerima sekitar 82,9 juta orang.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, program MBG menjadi salah satu pos anggaran yang berpotensi disesuaikan apabila tekanan fiskal meningkat.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, pemangkasan anggaran MBG bisa menjadi salah satu cara untuk menutup potensi pelebaran defisit sekaligus menjaga stabilitas fiskal pemerintah.
Anggaran Bisa Dialihkan ke Program Prioritas
Jika pemangkasan dilakukan, dana dari program MBG tidak akan hilang begitu saja. Pemerintah dapat mengalihkan anggaran tersebut ke berbagai program prioritas lainnya.
Beberapa contoh penggunaan anggaran yang dialihkan antara lain untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan sekolah yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan daerah.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara program sosial pemerintah dan stabilitas keuangan negara.
Pemerintah Jaga Stabilitas Fiskal
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali. Batas defisit 3 persen dari PDB merupakan salah satu indikator penting untuk menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor dan lembaga pemeringkat global.
Karena itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga komoditas global serta kondisi ekonomi internasional yang dapat mempengaruhi penerimaan dan belanja negara.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga meskipun terjadi tekanan dari kondisi global.
