PBB Desak Penyelidikan atas Tragedi Minab yang Tewaskan Ratusan Siswi SD di Iran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penyelidikan segera dan independen terkait serangan mematikan yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di kota Minab, Iran selatan. Insiden tragis tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang, sebagian besar adalah siswi sekolah dasar yang sedang mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Seruan penyelidikan itu disampaikan oleh kantor hak asasi manusia PBB setelah muncul laporan mengenai serangan udara yang menghancurkan bangunan sekolah di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Insiden tersebut memicu kecaman internasional karena dianggap sebagai salah satu tragedi paling mematikan yang melibatkan korban anak-anak sejak konflik terbaru di kawasan Timur Tengah memanas.
Serangan Terjadi Saat Jam Belajar
Peristiwa tragis itu terjadi pada 28 Februari 2026 di Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh yang berada di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran. Saat serangan terjadi, kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas.
Menurut laporan berbagai sumber, rudal menghantam kompleks sekolah sekitar pukul 10.00 hingga 10.45 waktu setempat. Ledakan tersebut menghancurkan sebagian besar bangunan sekolah dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Mayoritas korban dilaporkan merupakan siswi berusia antara tujuh hingga 12 tahun. Selain siswa, beberapa guru dan staf sekolah juga termasuk di antara korban tewas maupun luka-luka.
Laporan dari otoritas Iran menyebutkan jumlah korban tewas mencapai antara 168 hingga 180 orang, dengan sekitar 95 orang lainnya mengalami luka-luka.
Angka tersebut menjadikan serangan di Minab sebagai salah satu peristiwa paling mematikan selama eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sekolah Hancur dalam Hitungan Detik
Kesaksian warga setempat menggambarkan betapa dahsyatnya ledakan yang terjadi. Bangunan sekolah runtuh dalam hitungan detik, sementara asap hitam terlihat membubung dari puing-puing bangunan.
Tim penyelamat dan warga sekitar segera berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan gedung yang hancur. Banyak orang tua siswa bergegas menuju lokasi setelah mendengar kabar mengenai serangan tersebut.
Operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung selama berjam-jam dengan bantuan alat berat serta tim medis darurat.
Sebagian korban yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara jenazah korban lainnya dikumpulkan di lokasi sementara sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Karena jumlah korban yang sangat besar, beberapa jenazah bahkan harus disimpan sementara di kendaraan pendingin sebelum proses pemakaman dilakukan.
Dugaan Serangan Terkait Operasi Militer
Serangan di Minab terjadi pada hari pertama operasi militer besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di Iran.
Otoritas Iran menyatakan bahwa sekolah tersebut terkena serangan udara dalam rangkaian operasi militer tersebut. Namun, pihak Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa mereka tidak secara sengaja menargetkan fasilitas sipil seperti sekolah.
Pejabat Amerika Serikat menyebut bahwa insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan bagaimana serangan tersebut bisa mengenai bangunan sekolah.
Di sisi lain, pemerintah Iran mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
PBB Serukan Penyelidikan Independen
Menanggapi tragedi tersebut, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk menyerukan penyelidikan yang cepat, independen, dan menyeluruh.
PBB menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam serangan harus memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut dan memastikan adanya akuntabilitas atas kemungkinan pelanggaran hukum internasional.
Menurut juru bicara kantor HAM PBB, serangan terhadap sekolah saat kegiatan belajar berlangsung menimbulkan kekhawatiran serius terkait perlindungan warga sipil, terutama anak-anak, dalam konflik bersenjata.
Para pakar PBB juga menegaskan bahwa fasilitas pendidikan termasuk dalam kategori objek sipil yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional.
Karena itu, setiap serangan terhadap sekolah dapat dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum perang.
Kecaman dari Organisasi Internasional
Tidak hanya PBB, berbagai organisasi internasional juga mengecam keras insiden tersebut.
Badan pendidikan PBB, UNESCO, menyebut serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Organisasi hak asasi manusia internasional juga menilai bahwa serangan terhadap warga sipil, terutama anak-anak, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Sejumlah aktivis global, termasuk tokoh pendidikan dan pegiat hak anak, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut.
Duka Mendalam di Kota Minab
Beberapa hari setelah insiden terjadi, ribuan warga menghadiri pemakaman massal korban di kota Minab.
Peti-peti jenazah korban yang dibungkus bendera Iran dibawa dalam prosesi panjang menuju lokasi pemakaman. Banyak keluarga korban terlihat menangis dan memegang foto anak-anak mereka.
Upacara pemakaman tersebut menjadi simbol duka mendalam bagi masyarakat setempat sekaligus pengingat akan dampak tragis konflik bersenjata terhadap warga sipil.
Sorotan Global terhadap Perlindungan Anak
Tragedi Minab kembali memicu perdebatan global mengenai perlindungan anak dalam konflik bersenjata.
Para pakar hukum internasional menegaskan bahwa anak-anak dan fasilitas pendidikan harus dilindungi dari dampak perang.
Serangan terhadap sekolah tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak masa depan generasi muda yang seharusnya mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang aman.
PBB menyatakan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap konflik.
Investigasi Diharapkan Ungkap Fakta
Saat ini, berbagai pihak menunggu hasil penyelidikan yang diminta oleh PBB.
Investigasi tersebut diharapkan dapat mengungkap secara jelas bagaimana serangan tersebut terjadi, siapa yang bertanggung jawab, serta apakah ada pelanggaran terhadap hukum internasional.
Hasil penyelidikan juga diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.
Tragedi Minab menjadi pengingat pahit bahwa konflik bersenjata selalu membawa dampak besar bagi masyarakat sipil, terutama anak-anak yang seharusnya berada jauh dari medan perang.

