Indonesia Berduka: Selamat Jalan Jenderal Try Sutrisno, Sosok Prajurit dan Negarawan Setia
Jakarta, seputaranpolitik.id – Kabar duka menyelimuti ibu pertiwi. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dilaporkan meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Kepergian tokoh militer dan politik senior ini menandai hilangnya salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kedaulatan dan stabilitas nasional.
Try Sutrisno mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan medis akibat faktor usia. Jenazah rencananya akan disemayamkan di rumah duka sebelum menjalani prosesi pemakaman secara militer sebagai penghormatan terakhir atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi negara.
Sepanjang kariernya, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan memiliki loyalitas tanpa batas terhadap Pancasila dan NKRI. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga besar TNI, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia yang mengenalnya sebagai pendamping setia Presiden Soeharto di masa transisi politik yang krusial.
Rekam Jejak Sang Jenderal: Dari Ajudan Hingga Wakil Presiden
Lahir di Surabaya pada tahun 1935, perjalanan karier Try Sutrisno adalah cerminan dari dedikasi seorang prajurit. Namanya mulai dikenal luas saat ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1974. Posisi ini menjadi awal dari kedekatannya dengan pusat kekuasaan, namun ia tetap dikenal sebagai figur yang tetap menginjak bumi.
Karier militernya melesat hingga mencapai puncak sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Di bawah kepemimpinannya, ABRI dikenal memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Puncak pengabdian politiknya terjadi pada tahun 1993, ketika ia terpilih secara aklamasi sebagai Wakil Presiden RI untuk periode 1993-1998.
Selama menjabat sebagai Wapres, Try Sutrisno aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan mampu menjadi jembatan antara militer dan masyarakat sipil.
Sosok Penjaga Nilai-Nilai Kebangsaan
Bahkan setelah pensiun dari jabatan publik, Try Sutrisno tidak benar-benar berhenti berbakti. Ia tetap aktif memberikan sumbangsih pemikiran bagi bangsa melalui berbagai forum. Ia sering kali menjadi rujukan bagi para politisi muda mengenai pentingnya menjaga kerukunan nasional dan mempertahankan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.
Dalam pandangan politiknya, ia selalu menekankan bahwa demokrasi di Indonesia haruslah demokrasi yang berlandaskan pada musyawarah dan mufakat, sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Keteguhannya dalam memegang prinsip ini membuatnya dihormati oleh kawan maupun lawan politiknya.
Kepergian Try Sutrisno adalah kehilangan besar bagi dunia politik Indonesia. Ia merupakan saksi hidup sekaligus aktor penting dalam berbagai peristiwa sejarah yang membentuk wajah Indonesia modern.
Penghormatan Terakhir dan Warisan Keteladanan
Pemerintah diprediksi akan menetapkan hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Bagi generasi muda Indonesia, warisan terbesar dari seorang Try Sutrisno bukanlah jabatan yang pernah ia duduki, melainkan integritas dan keteladanan seorang prajurit yang tahu kapan harus bertempur dan kapan harus mengabdi dengan kearifan.
Bendera setengah tiang diharapkan berkibar di seluruh penjuru negeri, mengiringi kepergian sang Jenderal menuju peristirahatan terakhirnya. Selamat jalan, Bapak Try Sutrisno. Terima kasih atas pengabdian panjangmu bagi Ibu Pertiwi.
Related Keywords: berita duka Try Sutrisno, profil Try Sutrisno, Wapres era Soeharto meninggal, sejarah politik Indonesia, pemakaman Try Sutrisno.
